Flashback beberapa tahun yang lalu, dimana saat itu merupakan momen yang menyenangkan, masa kecil yang tak terlupakan bersama......................sahabatku
Aku dan Tika sejak kecil bersahabat, begitu juga kedua orangtua kami. Mulai SD kelas 1 kami saling mengenal dan persahabatan itu berlangsung lama. Namun semuanya berubah setelah kami beranjak remaja.
Kami sering melakukan aktifitas bersama, walaupun sekolah kami berbeda. Aku sering ke rumah Tika begitupun sebaliknya karena rumah kami dekat. Ikut Tika liburan bersama keluarganya sudah menjadi rutinitasku tiap liburan sekolah. Kami sering ke Kediri karena rumah nenek Tika memang di Kediri. Salah satu kejadian yang masih ku ingat sampai detik ini adalah bermain bersama Tika di sawah mencari kreco (sejenis keong sawah) dengan saudara-saudaranya yang lain.
Dari sawah satu ke sawah yang lain kami mencari kreco, berlari, tertawa dengan bahagianya. Pulang ke rumah dengan kondisi baju yang penuh dengan lumpur. Kami memasak kreco tersebut berdua dan kami makan berdua. Aku juga dekat dengan kakek-nenek Tika, aku sudah seperti cucunya sendiri.
Ya, jika mengingat masa itu memang sangat indah. Namun kini semua telah berubah semenjak Tika masuk SMP. Aku dan Tika hanya berbeda 1 tahun. Tika menceritakan bagaimana menakutkannya MOS di SMP yang dia pilih. Aku hanya menanggapi dengan santai, karena aku sendiri belum tahu bagaimana MOS itu. Beberapa bulan kemudian kami sedikit jauh karena Tika sibuk dengan dunia barunya dan aku sibuk dengan Ujian Nasional.
Waktu itu Tika bercerita bahwa dia baru saja berkenalan dengan teman cowok disekolahnya, namanya Steven. Nampaknya Tika memang senang dengan cowok itu karena hampir setiap hari kita telfonan hanya untuk membahas Steven. Satu bulan kemudian Tika mengenalkan aku dengan Steven. Tidak lama setelah perkenalan itu, Tika dan Steven semakin dekat dan akhirnya mereka menjalin hubungan yang lebih lebih. Layaknya remaja yang labil, bertengkar merupakan hal yang biasa terjadi dan sering sekali Tika bercerita kepadaku, begitu juga dengan Steven. Rutinitas yang seperti itu berjaan sekitar 5 bulan. Tiba-tiba lama tak ada kabar dari Tika, hanya Steven yang terus menghubungi aku untuk bercerita. Ternyata alasan Tika tidak menghubungi aku karena dia cemburu Steven sering curhat kepadaku. Tika mengira bahwa aku akan merebut Steven padahal itu salah besar. Sampai akhirnya aku ingin menjelaskan semuanya namun Tika tidak mau menerima penjelasan itu. Semenjak kejadian itu kami menjadi jauh, tidak pernah berkomunikasi, tidak seperti dulu.
Percuma saja aku menjelaskan apapun Tika tidak akan pernah mau mendengarnya. Aku membiarkan semuanya berjalan. Tika dan Steven berhubungan selam 3 tahun lebih. Namun kini mereka telah berpisah. Sekalipun mereka telah berpisah, dan perpisahan itu bukan karena aku, Tika tetap seperti dulu. Menganggap aku pernah akan merebut Steven dari dia.
Suatu saat Steven kembali menghubungi aku setelah 3 tahun lebih kami lost contact, ya dia add facebookku, kami chatting dan dia bercerita tentang hubungannya. Kami bertukar nomor telfon. Tidak ada rasa yang lebih walaupun kami sering bercerita. Namun tiba-tiba Steven mengungkapkan hal yang tak pernah aku duga sebelumnya. Steven mempunyai rasa yang lebih padaku, namun aku menolaknya secara perlahan. Selain aku sudah menganggap dia sebagai kakak, dia mantan dari sahabatku walaupun Tika mungkin sudah tidak menganggap aku sebagai sahabatnya. Secara tidak langsung aku ingin membuktikan kepada Tika bahwa aku tidak pernah ada niat untuk menjalin hubungan lebih dengan Steven. Walaupun semua itu percuma.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar